HARAP DI BACA TERLEBIH DAHULU YA SAY
Saya berharap teman-teman jangan asal sikat COPAS aja ya, sebelum diprint atau dikumpulkan laporannya di teliti terlebih dahulu. Laporan ini saya share hanya untuk memberikan gambaran kepada teman-teman saat membuat laporan praktikum khususnya untuk pelajaran Analisi Farmasi. Semoga coretan-coretan ini dapat berguna untuk teman-teman semua. Selamat mengerjakan ^^
ABSTRAK
Asam askorbat adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C6H8O6 larut dalam air. Asam askorbat sering disebut vitamin C adalah suatu komponen berharga dalam makanan karena berguna sebagai antioksidan dan mengandung khasiat pengobatan. Vitamin C hampir terdapat dalam semua produk-produk makanan, minuman, obat-obatan, bahan alam dan sebagainya. Vitamin C dapat ditetapkan kadarnya secara alkalimetri menggunakan larutan baku NaOH sebagai titran dengan metode potensiometri. Metode alkalimetri ini didasarkan pada reaksi asam basa pada percobaan. Dalam penelitian ini ditentukan parameter-parameter validasi yang meliputi linearitas, ripitabilitas, presisi antara, akurasi dan keseragaman kandungan. Dari hasil penelitian diatas berdasarkan parameter yang ditentukan dapat disimpulkan bahwa metode analisis dalam penetapan kadar asam askorbat secara alkalimetri dengan potensiometri merupakan metode yang mudah digunakan, namun relatif lama dan memerlukan ketelitian yang cukup tinggi.
Kata kunci : Asam askorbat, alkalimetri, potensiometri, linearitas, ripitabilitas, presisi antara, akurasi, keseragaman kandungan.
ABSTRAC
Ascorbic acid is a chemical compound with the molecular formula C6H8O6 soluble in water. Ascorbic acid is often called vitamin C is a valuable component in the diet because it is useful as an antioxidant and contains medicinal properties. Vitamin C is found in almost all food products, beverages, pharmaceuticals, natural materials and so on. Vitamin C levels can be determined using a standard solution of NaOH alkalimetri as titrant with the potentiometric method. Alkalimetri method is based on acid-base reaction in the experiment. In this study specified validation parameters including linearity, ripitabilitas, the precision, accuracy and uniformity of content. From the above results based on the specified parameters can be concluded that the method of analysis in the determination of ascorbic acid by potentiometric alkalimetri with a convenient method, however, requires a relatively long and high enough accuracy.
Keywords: Ascorbic acid, alkalimetri, potentiometric, linearity, ripitabilitas, the precision, accuracy, content uniformit
PENDAHULUAN
A. Fisikokimia Obat
ACIDUM ASCORBICUM (Vitamin C)
- Pemerian berupa serbuk atau hablur, putih atau agak kuning, tidak berbau, rasa asam. Oleh pengaruh cahaya lambat laun menjadi gelap. Dalam keadaan kering, mantap di udara, dalam larutan cepat teroksidasi.
- Kelarutan asam askorbat adalah mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) P, praktis tidak larut dalam kloroform P, dalam eter P dan dalam benzen P.
- Suhu Lebur lebih kurang 190˚.
- Asam askorbat mengandung tidak kurang dari 99,0% C6H8O6.
- Khasiat dan peggunaan Antiskorbut
Penetapan kadar timbang seksama 400mg, larutkan dalam campuran 100ml air bebas karbondioksida P dab 25 ml asam sulfat (10% v/v), P. Titrasi segera dengan iodium 0,1N menggunakan indikator larutan kanji P. (DepKes RI, 1979)
B. Metode-metode analisis yang bisa digunakan
High-Performance Liquid Chromatography (RP-HPLC)
Penetapan kadar vitamin C juga bisa dilakukan dengan metode RP-HPLC. Kromatografi cair kinerja tinggi dilengkapi dengan autosampler dan DAD atu detektor UV. Kolom yang digunakan simetri C18. Laju airnya 1,0 ml per menit dengan panjang gelombang yang digunakan 249nm. Volume injeksi yang diambil 20μL dijalankan selama 6 menit. (Banu et al, 2013)
Flourometri
Metode ini didasarkan pada kondensasi tanpa adanya oksidan yang intesitas florosensinya diukur pada eksitasi dan emisi panjang gelombang yang digunakan adalah 360nm dan 430nm.
(Wu et al, 2003)
0 komentar